*Adieu* Hillary Clinton

Oleh: Gadis Arivia*

Pada akhirnya, hari sabtu tanggal 7 Juni 2008, Hillary mengakhiri kampanyenya yang bersejarah karena merupakan satu-satunya kandidat perempuan calon presiden di Amerika Serikat. Meskipun ia tak dapat meraih suara delegat terbanyak untuk menang melawan Obama, namun, ia meraih suara populer terbesar selama sejarah Partai Demokrat. Hillary mendominasi dalam kategori pemilih kelas menengah bawah, kelompok Hispanik, pemilih berumur lebih matang dan kelompok perempuan yang selama ini menjadi pendukung terkuat Hillary. Mereka membawa anak-anak prempuan mereka menyaksikan hari bersejarah ini.

Di gedung megah, *National Building Museum,* persis di dekat stasiun internasional angkasa, Hillary menghibur para ibu dengan mengatakan bahwa bila Amerika mampu mengirim 50 perempuan ke ruang angkasa, pasti suatu hari nanti, Amerika pasti mampu mengirim seorang perempuan ke Gedung Putih. Teriakan para ibu pecah, mereka membopong anak-anak perempuan mereka di pundak, memperlihatkan kepada Hillary suatu hari pasti mimpinya terwujud.

Hillary terus melanjutkan, “anak-anak kita kelak ketika dewasa akan menganggap biasa seorang keturunan Afrika-Amerika dapat menjadi presiden Amerika dan ketika hari itu tiba, kita akan berdiri tegak, bangga menjadi orang Amerika, bangga dengan nilai-nilai bangsa kita, bangga bahwa setiap anak perempuan dapat bermimpi besar dan mimpi itu dapat menjadi kenyataan di Amerika.” Kembali suara menggemuruh dan kali ini perempuan-perempuan keturunan Afrika-Amerika melambaikan tangan mereka. Termasuk nenek-nenek berusia 90 tahun yang duduk di kursi roda.

Hillary tidak saja berbicara kepada kelompok minoritas seperti perempuan dan kulit hitam, ia juga berbicara lantang soal Amerika untuk semua termasuk untuk kaum gay.

Para pendukung Hillary memandang Hillary dengan kagum dan sekaligus sedih membayangkan Hillary tak lagi menghiasi media masa sebagai kandidat mereka. Begitu banyak orang yang telah disentuh kehidupannya oleh Hillary. Ada kakak beradik dari Ducansville, Pennsylvania, keluarga yang tak mampu ini menceritakan bagaimana mereka menyisakan uang sebanyak US$50 untuk mendukung Hillary. Theresa Gropelli, 43 tahun, rela di waktu senggangnya yang tak banyak itu, mengetuk pintu ke pintu meminta dukungan para tetangga untuk Hillary. Semua ia lakukan tanpa pamrih. Keluarga tak mampu di Amerika tertarik dengan Hillary karena program kesehatan yang ia tawarkan adalah program kesehatan publik yang universal, artinya, setiap orang di Amerika akan mendapatkan bantuan kesehatan dalam kepemimpinannya.

Bukan itu saja, ia juga merencanakan kembalinya ekonomi yang kuat, menghentikan perang dan memperkuat *image* Amerika seperti dulu saat kepemimpinan suaminya, yang bersahabat dan dihormati oleh dunia. Kekuatan dan kematangan Hillary diyakini oleh pendukungnya berkat pengalamannya mengabdi kepada negaranya selama 35 tahun. Awal kariernya bekerja di LSM perempuan dan anak sebagai pengacara hingga terpilih menjadi senator negara bagian New York sebanyak dua kali. Selama menjadi istri gubernur dan istri presiden, ia telah membangun begitu banyak fasilitas publik serta menjadi pekerja sosial untuk berbagai bidang. Dukungannya terhadap isu-isu perempuan dianggap tak pernah luntur, ialah pertama kali yang menyerukan “hak-hak perempuan adalah hak-hak manusia” di konferensi Beijing tahun 1995.

Kampanye ini ia akui memang tak mudah baginya, penuh jalan yang berliku. Hujan kritik ia terima sejak awal kampanyenya dari soal rambut, perhiasan, baju, cara ketawa yang ngakak hingga suami dan anaknya. Namun, ketika media mengkritik anaknya ia marah dan meminta wartawan salah satu media itu ditegur keras karena telah mengeluarkan kata-kata yang melecehkan.

Gloria Steinhem, feminis kawakan Amerika, sore ini mengomentari di CCN, betapa Hillary telah dilecehkan oleh media terus menerus. Ia menyatakan bahwa seksisme lebih diterima di kalangan media dari pada rasisme. Setiap pernyataan ras ditanggapi secara serius oleh media, namun, setiap pernyataan seksis dianggap sebagai lelucon.

Pidato Hillary menyinggung soal seksisme. Ia mengungkapkan, “Ketika saya ditanyakan apa artinya menjadi kandidat presiden yang berjenis kelamin perempuan, saya selalu menjawab saya bangga menjadi kandidat presiden berjenis kelamin perempuan, dan saya yakin saya dapat menjadi presiden yang terbaik. Saya memang seorang perempuan, dan saya tahu bahwa banyak ganjalan dan bias gender di luar sana, seringkali tanpa disadari, tapi saya ingin membangun Amerika yang menghargai dan mengakui setiap potensi manusia….”. Ucapan Hillary tersebut menyentuh perasaan setiap pengunjung hari itu sekaligus mengingatkan Amerika bahwa seksisme belum berakhir dan perlu kerja keras setiap orang melawan seksisme.

“Inilah yang akan kita lakukan bersama dengan Senator Obama, mendukung sepenuhnya dengan sekuat tenaga. Kita bersama akan membuat sejarah, saat kita menulis bab baru cerita Amerika. Kita akan bersatu mempertahankan nilai-nilai dan visi kemajuan kita, untuk Amerika yang kita cintai”. Ungkapan akhir Hillary memberikan sinyal kuat kepada hampir 18 juta pendukungnya untuk kini mendukung Obama.

Usai pidato Hillary, Obama membuat pernyataan berterima kasih sebesar-besarnya kepada Hillary dan dukungan untuknya. Obama membutuhkan pemilih Hillary agar ia dapat mengalahkan John McCain di bulan November mendatang. Obama mengungkapkan: ” Hillary telah melincinkan jalan untuk anak-anak perempuan saya dan perempuan dimanapun, ia telah menginspirasi jutaan orang, saya menjadi kandidat yang lebih baik karena mendapatkan kehormatan berkompetisi dengannya”.

Itulah Amerika, sefanatik apapun pendukung masing-masing kubu, tak ada permusuhan, tak ada tawuran maupun kerusuhan, semua berakhir dengan nada bersahabat, meskipun beberapa tetesan air mata bergulir, isakan lirih terdengar samar dan mata para ibu-ibu menjadi sembab.

Gadis Arivia, Pendiri Yayasan Jurnal Perempuan

~ by Novina Suprobo on June 21, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: